Minggu, 12 Juni 2011

PARASITOLOGI (Satu Sel = protozoa)


PARASITOLOGI

Definisi :
Ilmu yang mempelajari tentang parasit (organisme yang hidupnya selalu bergantung pada hospes).
Parasit dibagi menjadi dua golongan :
1.      satu sel (protozoa)
* protozoa usus (intestinal)
-     Entamoeba hystolitica
-    Entamoeba coli
-    Giardia lamblia
Balantidium coli
*  protozoa atrial
-  trichomonas vaginalis
*  protozoa jaringan
-  Toxoplasma gondii
*  protozoa darah
-  Plasmodium vivax
-  Plasmodium falcifarum
-  Plasmodium malariae
- Plasmodium ovale

Entamoeba hystolitica

Protozoa intestinal / usus
  • biasa ditemukan dalam usus besar
Daerah penyebaran :
  • keadaan lingkungan jelek
  • penduduk tidak memeperhatikan kebersihan makanan / minuman
  • banyak lalat / kecoa sebagai vector mekanik.
Sifatnya pathogen:
  • menimbulkan penyakit amubiasis disentri
  • gejala utama diare disertai darah dan lendir, entamoeba merusak mucosa usus sehingga terjadi pendarahan.
  • Menyerang segala umur
  • Banyak diderita penduduk pada keadaan sos-ekonomi rendah
  • Biasa terjadi pada perubahan musim.
Morfologi (bentuk trofozoit & kista )
  • Bentuk trofozoit mempunyai ciri-ciri sb:
1.      bentuknya tidak teratur
2.      bagian dalam : endoplasma , bagian luar : ektoplasma
3. bergerak aktif dengan ektoplasma, pseudopodia (kaki palsu) berasal dari ektoplasma
4.      segera mati bila berada di luar hospes, karena tidak mempunyai satu buah inti.
5.   di dalam endoplasma : eritrosit ( saat merusak mukosa usus ), leukosit dan sisa jaringan
6.      ukuran 20-30 mikron
7.      melukai mukosa colon, diare darah

o   bentuk kista mempunyai ciri-ciri sb:
1.      bentuknya bulat
2.      mempunyai dinding yang berasal dari ektoplasma, sehingga dapat hidup lebih lama di luar hospes oleh karena dapat mempertahankan diri dari pengaruh factor luar ( cuaca, zat kimia, suhu )
3.      mencemari lingkungan
4.      ada tiga macam bentuk kista
§  kista berinti satu : vakuola glikogen dan benda kromatoid berfungsi untuk penyimpanan makanan
§  kista berinti dua : vakuola glikogen dan benda kromatoid
§  kista berinti empat : bentuk infektif ( mencemari makanan dan bila dimakan akan berubah menjadi tropozoit)
5.      ukuran 6-15 mikron

Lingkaran hidup
-       Hospes definitive : manusia 
-  Hospes antara: lalat / kecoa sebagai vector makanik, bentuk kista menempel pada luar tubuhnya.
- Habitat  : colon
Bentuk infektif : kista berinti empat
-   Cara infeksi : melalui makanan / minuman terkontaminasi

Gejala klinis
-  Bentuk tropozoit merusak / melukai mukosa colon sehingga menyebabkan diare disertai dengan darah dan lendir
-  Bentuk tropozoit ikut aliran darah sampai ke hepar mnyebabkan abses hepar dan hepatomegali 

Bentuk kista mempunyai arti penting dalam epidemiologi oleh karena dapat menular ke orang lain
-  Penderita + kista karier ( sumber penularan)

Diagnosis
-  Memeriksa feses penderita

Pengobatan
-  Metronidazol, nama umum : flagil selama 5 hari

Pencegahan
-  Mengobati sumber infeksi
-  Memperbaiki lingkungan
-  Menjaga kebersihan makanan / minuman agar tidak terkontaminasi kista
-  Mengurangi populasi lalat / kecoa


Entamoeba coly(protozoa usus) 
 
Daerah Penyebaran :
-  Keadaan lingkungan jelek
-  Banyak lalat / kecoa
-  Tidak memperhatikan kebersihan makanan/ minuman

Sifat :
-  Non pathogen
-  Tidak menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia
-  Bentuknya hampir sama dengan Entamoeba histolitica
-  Termasuk pseudopodia : bergerak aktif dengan kaki palsu yang berasal dari ektoplasma.

Morfologi :
-  Bentuk tropozoit :
1.      bentuknya tidak teratur
2.      bagian dalam endoplasma, bagian luar ektoplasma
3.      bergerak aktif : lebih lambat daripada Entamoeba histolitica
4.      bergerak aktif dengan ektoplasma: pseudopoda ( kakai palsu ) berasal dari ektoplasma
5.      segera mati bila berada di luar hospes, karena tidak mempunyai dinding
6.      memperbanyak diri dengan pembelahan biner
7.      mempunyai satu buah inti
8.      di dalam endoplasma terdapat bacteria
9.      ukuran 20-40 mikron
10.  tidak merusak colon
-  bentuk kista :
  1. bentuknya bulat
  2. mempunyai dinding yang berasal dari ektoplasma, sehingga dapat hidup lebih lama di luar hospes karenanya dapat mempertahankan diri dari pengaruh factor luar ( cuaca, zat kimia, suhu)
  3. ada 4 macam bentuk kista :
a. kista berinti satu : vakuola glikogen dan benda kromatoid berfungsi untuk penyimpanan makanan
b.      kista berinti dua : vakuola glikogen dan benda kromatoid
c.       kista berinti empat : vakuola glikogen dan benda kromatid
d.     kista berinti delapan : stadium infektif
4.      di luar hospes dapat hidup lebih lama karena mempunyai dinding sehingga dapat mempertahankan diri dari pengaruh luar.
5.      mencemari lingkungan, ukuran 15 – 20 mikron

lingkaran Hidup
-  Hospes definitive : manusia
-  Hospes antara : lalat / kecoa sebagai vector mekanik bentuk infektif menempal pada bagian luar tubuhnya.
-  Habitat : usus besar / colon
-  Bentuk infektif : kista berinti delapan
-  Cara infeksi : melalui makanan / minuman terkontaminasi

Giardia lamblia

Daerah Penyebaran :
-  Keadaan lingkungan jelek
-  Banyak lalat / kecoa
-  Tidak memperhatikan kebersihan makanan / minuman 

Sifat:
-  Pathogen 
-  Menimbulakn penyakit giardiasis dengan gejala utama diare lemak / steatorhea
-  Bergerak dengan flagella sehingga termasuk flagelata
-  Biasa diderita pada anak-anak

Morfologi
--  Bentuk tropozoit :
1.      bentukya seperti raket, bagian anterior bulat, posterior runcing
2.      bagian dorsal cembung, bagian ventral cekung
3.      berinti dua buah
4.      bagian ventral anterior mempunyai alat hisap / sucking disc yang berguna untuk menempel pada mukosa usus
5.      bergerak aktif dengan flagella yang berasal dari ektoplasma
6.      mempunyai  aksostil
7.      memperbanyak diri dengan belah pasang longitudinal
8.      di luar hospes tidak dapat hidup lama dan segera mati
9.      ukuran 7 x 10 mikron
®    kista memiliki sifat –sifat :
1.      bentuk oval
2.      mempunyai dinding yang berasal dari ektoplasma
3.      dapat hidup lama di luar hospes dan mencemari lingkungan
4.      mempunyai 4 buah inti
5.      di dalam ektoplasma terdapat aksostil dan sisa flagella
6.      sifatnya infektif : jika masuk ke dalam hospes segera berubah menjadi tropozoit
7.      penderita yang di dalam tubuhnya terdapat kista disebut karier dan merupakan sumber penularan 

Lingkaran Hidup
-  hospes definitive : manusia
-  hospes antara : lalat dan kecoa yang berperan sebagai vector mekanik
-  habitat : duodenum
-  bentuk infektif : kista
-  cara infeksi : melalui makanan / minuman yang terkontaminasi

Gejala Klinis
-  disebabkan bentuk trofozoit
-  tropozoit melekat pada mukosa usus dengan alat hisap sehingga absorbsi lemak terganggu, terjdi diare lemak
-  bentuk kista tidak menimbulkan gejala kliinis tetapimempunyai arti penting epidemiologi sebagai sumber penularan 

Diagnosis
-  memeriksa feces penderita : langsung / tidak langsung
-  aspirasi cairan duodenum untuk melihat bentuk tropozoit 

Pengobatan
-  metonidazol (flagyl)

Pencegahan
-  mengobati sumber innfeksi
-  memperbaiki lingkungan
-  menjaga kebersihan makanan /minuman agar tidak terkontaminasi kista
-  menurunkan populasi vektor lalat / kecoa


Trichomonas  vaginalis
Daerah Penyebaran : cosmopolitan
Sifat :
§  pathogen
§  menimbulkan penyakit trichomoniasis dengan gejala fluor albus (keluar cairan yang berlebihan dari alat genital), keputihan, leucorrhea
§  dapat menginfeksi laki2/ pr
§  termasuk flagelata
§  termasuk sexual transmitted diseases (STD)

Morfologi ( tidak ada kista)
§  bergerak aktif dengan flagella yang berasal dari ektoplasma
§  berinti datu, ukuran 10x13 mikron
§  mempunyai 4 flagela anterior dan satu flagella posterior yang berubah menjadi membrane undulants
§  sifatnya anaerob, di dalam endoplasma terdapat granula, tidak mempunyai mitokondria
§  memperbanyak diri dengan belah pasang longitudinal
§  bagian anterior terdapat celah yang disebut cytostome, sedangkan pada bagian posterior terdapat cytopige

Lingkaran Hidup
§  Hospes definitive : manusia
§  Hospes antara : tidak ada
§  Habitat : vagina / uretra ( pada PH yang sifatnya alkalis 5,5-6,0 )
§  Bentuk infektif : tropozoit
§  Cara infeksi : kontak langsung hubungan sexual

Gejala Klinis
§  Disebabkan bentuk tropozoit
§  Pada wanita > manifest daripada pria
§  Terasa gatal, panas, seperti terbakar
§  Keluar cairan berlebihan, lengket berbau, warna kuning disebut fluor albus, leucorrhea, keputihan. 

Diagnosis
§  Pemeriksaan skret vagina / uretra
§  Pengecatan giemsa dilihat dengan mikroskop

Pengobatan
§  Metronidazol per vaginam pada wanita
§  Metronidazol per oral pada pria 

Pencegahan
§  Mengobati sumber infeksi
§  Tidak melakukan hubungan sexual dengan penderita
§  Kalau sudah berkeluarga, suami istri harus berobat bersama-sama

Plasmodium

Tanda-tanda umum
v  Sifatnya intra selular ( di dalam del eritrosit)
v  Di dalam siklus hidupnya mengenal dua siklus : siklus aseksual (skizogoni) terdapat di dalam hospes vertebrata dan siklus seksual ( sporogoni) yang terjadi di dalam hospes invertebrate ( nyamuk anopheles betina )
v  Di dalam siklus sizogoni ada beberapa bentuk plasmodium : tropozoit (muda dan tua ), sizogoni, merozoit dan gametosit.
v  Di dalam siklus sporogoni ditemukan bentuk mikrogamet, amkrogamet, zigot, ookinet, ookista sporokista dan sporozoit


Plasmodium vivax

Daerah Penyebaran
Ð Banyak ditemukan di daerah tropis / sub tropis
Ð Keadaan lingkungan jelek
Ð Banyak sarang nyamuk anopheles 

Sifat
Ð Golongan sporozoa
Ð Pathogen
Ð Menimbulkan penyakit malaria tertiana benignam atau malaria vivax
Ð Banyak ditemukan di Indonesia 

Morfologi
©      Pada  siklus sizogoni mempunyai cirri- cirri :
1.      eritrosit yang terinfeksi membengkak
2.      tropozoit muda bentuknya seperti cincin
3.      tropozoit tua bentknya tidak beraturan / amoeboid
4.      dalam satu eritrosit terdapat 16 – 24 merozoit
5.      dalam eritrosit terdapat titik schuffner
6.      gametosit bentuknya bulat dan segera mati bila tidak dihisap nyamuk

lingkaran Hidup
©      Hospes definitive : nyamuk anopheles betina
©      Hospes antara : manusia
©      Habitat : sel eritrosit
©      Bentuk infektif : sporozoit
©   Cara infeksi  : gigitan nyamuk yang mengandugn sporozoit, transfuse darah, congenital ( transplasenta)

Gejala Klinis
©      Panas menggigil dan berkeringat selama 15 – 30 menit, setiap 48 jam
©      Timbulnya panas disebabkan pecahnya eritrosit
©      Hepato- spenomegali
©      Anemia

Diagnosis
©      Gejala klinis
©      Pemeriksaan darah diambil dari ujung jari dicat dengan giemsa, dilihat dengan mikroskop untuk melihat bentuk plasmodium pada siklus sizogoni

Pengobatan
©      Klorokuin
©      Pirimitamin
©      Kina
©      Mexaquin

Pencegahan
©      Mengobati sumber infeksi
©      Memperbaiki lingkungan
©      Menghindarkan diri dari gigitan nyamuk
©      Tranfusi darah dengan yang sehat

Plasmodium falciparum

Morfologi
ª  Eritrosit yang terinfeksi tidak membengkak
ª  Tropozoit muda bentuk cincin
ª  Dapat terjadi infeksi ganda / multiple infection ( satu eritrosit terinfeksi beberapa plasmodium )
ª  Kadang-kadang terjadi bentuk accole ( plasmodium berada di tepi eritrosit )
ª  Dalam satu eritrosit terdapat 24-32 merozoit
ª  Dalam eritrosit terdapat titik Maurer
ª  Gametosit bentuk batang dan segera mati jika tidak diisap nyamuk

Gejala Klinis
ª  Menimbulkan  penyakit malaria tertiana maligna, malaria tropika, malaria falciparum
ª  Panas menggigil, berkeringat selama 15 – 30 menit setiap  36 jam
ª  Hepato-splenomegali
ª  Anemia  > berat daripada vivax
ª  Black water fever : kencing warna hitam
ª  Timbul komplikasi : cerebral malaria atau ke organ lain
ª  Dapat berakhir dengan kematian
ª  Banyak ditemukan di Indonesia

Plasmodium malariae

Morfologi
ª  Eritrosit yang terinfeksi tidak membengkak
ª  Tropozoit muda bentuk cincin
ª  Tropozoit tua bentuknya seperti pita
ª  Dalam satu eritrosit terdapat 8 – 12 merozoit tersusun teratur seperti roset
ª  Gametosit bentuknya bulat dan segera mati bila tidak diisap nyamuk
ª  Di dalam eritrosit terdapat titik Zieman 

Gejala klinis
ª  Menimbulkan penyakit malaria quartana, malaria malariae
ª  Panas menggigil , berkeringat selama 15 – 30 menit setiap 72 jam
ª  hepato-splenomegali
ª  anemia lebih ringan daripada vivax/ falciparum
ª  jarang ditemukan di Indonesia karena siklus sporogoni lebih lama jika dibandingkan umur hidup nyamuk anopheles di Indonesia


Toxoplasma gondii

 Daerah Penyebaran
­  keadaan lingkungan jelek
­  banyak lalat / kecoa sebagai vector makanik
­  tidak memperhatikan kebersihan makanan / minuman
­  banyak hewan kucing ( hospes reservoir)
­  kebiasaan makan daging yang tidak dimasak dengan baik

Sifat
­  patogen
­  menimbulkan toksoplasmosis dengan gejala utama
1.      ibu hamil muda abortus
2.      ibu hamil tua , bayi lahir cacat

Morfologi
­  pada hospes definitive ( kucing) dalam sel epitel usus
1.      tropozoit
2.      schizont
3.      merozoit
4.      mikrogamet
5.      makrogamet
6.      ookista
bentuk ookista keluar dari tubuh kucing bersama feses dan mencemari lingkungan
­  pada hospes antara ( tikus, kambing, sapi, ayam, babi)
1.      bentuk kista dan pseudokista
2.      dalam sel jaringan otot

Lingkaran Hidup
­  hospes definitive / homolog : kucing
­  hospes antara / heterolog: tikus, kambing, sapi, ayam, babi
­  habitat : dalam sel epitel usus kucing ( intra selular )
­  bentuk infektif : ookista, pseudokista, kista
­  cara infeksi : makanan / minuman tercemar ookista, daging mengandung kista / pseudokista, congenital 

Gejala Klinis
­  sebagian besar asimtomatik
­  pada wanita gejalanya lebih manifes daripada pria, pada wanita hamil muda abortus, pada hamil tua lahir cacat
÷   microcepali
÷   hidrocepali
÷   kelainan pada retina : gangguan penglihatan
÷   kelainan mental dan gangguan perkembangan 

Diagnosis
­  pemeriksaan serologis

Pengobatan
­  piritamin dan sulfadiazin

Pencegahan
1.      manjaga kebersihan lingkungan
2.      memelihara kucing yang sehat
3.      menjaga kebersihan makanan dan minuman agar tidak terkontaminasi ookista
4.      memasak daging yang baik sebelum dimakan
5.      pemeriksaan serologis pra-nikah
6.      dilarang memberi daging mentah kepada kucing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar